Masyarakat Indonesia Belum Berdaya Beli Mobil Listrik

by -272 Views
Raih Most Tested Car Choice di IIMS Hybrid 2022, Hyundai IONIQ 5 Dicoba Lebih dari 3.000 Peminat

Garudamuda.co.id – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menilai Indonesia memiliki sejumlah hambatan dalam pengembangan industri mobil listrik. Salah satu yang utama adalah kemampuan atau daya beli masyarakat.

“Sejauh ini, sudah banyak regulasi dari pemerintah untuk mendorong percepatan kendaraan listrik. Tapi, yang jauh lebih penting adalah adopsi kendaraan oleh masyarakat,” kata Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, saat acara diskusi “Pengembangan Mobil Listrik Berbasis Baterai” di Jakarta, Rabu (20/4/2022).

Saat ini mobil listrik sudah beredar di Indonesia. Tapi, belum diimbangi dengan daya beli masyarakat.

Data Gaikindo menunjukkan 70 persen konsumen roda empat mencari mobil pada kisaran harga Rp 300 juta. Sementara harga mobil listrik jauh lebih mahal, rata-rata di atas Rp 500 juta.

Baca Juga:
Harga Selangit Masih Jadi Tantangan Utama Industri Mobil Listrik Indonesia

Konsumen dengan daya beli masyarakat untuk kelas harga tersebut, menurut Gaikindo, kurang dari 1 persen.

Adopsi masyarakat juga berkaitan dengan perubahan kebiasaan dari mobil konvensional ke mobil listrik. Perubahan kebiasaan ini adalah hal yang alamiah, sejalan dengan kemajuan teknologi industri otomotif.

Misalnya, masyarakat pernah mengalami transisi dari transmisi manual ke otomatis. Pada mobil listrik, kebiasaan yang berubah adalah soal pengisian daya.

Pada mobil konvensional mengisi bensin mungkin memerlukan waktu sekitar 10 menit. Sementara mengisi ulang daya mobil listrik, bisa jadi memakan waktu yang lebih lama. Selain itu, di mana mengisi daya mobil juga menimbulkan pertanyaan lagi.

Ketika mengendarai mobil listrik, konsumen juga harus memperhatikan jarak tempuh karena jangkauan jarak kendaraan listrik masih rendah dibandingkan dengan mobil konvensional.

Baca Juga:
Tak Semua Harus Serba Elektrik, CEO BMW: Kehadiran Kendaraan Berbahan Bakar Minyak Masih Penting untuk Pasaran Global

Dengan segala tantangan yang ada, Gaikindo optimistis kendaraan listrik bisa berkembang di Indonesia. Hal pertama yang membuat mereka merasa optimistis adalah Indonesia merupakan negara penghasil nikel terbesar dunia, bahan baku baterai kendaraan listrik.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS



#Masyarakat #Indonesia #Belum #Berdaya #Beli #Mobil #Listrik

Sumber : www.suara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.