Van Tua yang Bisa Menghadirkan Rasa Bahagia di Film “Broker”

by -2348 Views
Van Tua yang Bisa Menghadirkan Rasa Bahagia di Film "Broker"

Garudamuda.co.id – Sebuah mobil keluarga jenis van, bisa membawa kebahagiaan dan keharuan. Ada tokoh makelar bayi yang mencarikan orangtua adopsi, anak lelaki dari panti asuhan, serta perempuan yang pernah meninggalkan bayi, semuanya disatukan dalam kabin kendaraan.

Bersama baju-baju digantung, gelak tawa, serta suasana saat tunggangan yang muat orang banyak ini keluar dari sebuah salon cuci mobil otomatis. Ada busa sabun serta guyuran air mendatangkan keceriaan.

Disimak dari trailer “Broker”, film berbahasa Korea dengan sutradara asal Jepang, Hirokazu Kore-eda, ini menggunakan properti SsangYong Istana. Termasuk jenis minivan dengan layout 2, 9, 12 atau 15 jok. Produk ini dibuat berdasarkan Mercedes-Benz MB100 varian bus.

“Broker” dengan properti van brand SsangYong [screenshot YouTube trailer Broker].

Van inilah yang turut memperkuat cerita tentang jual-beli bayi yang ditemukan dalam kotak.

Baca Juga:
Penggemar di Korea Selatan Buatkan Nisan untuk Internet Explorer, Memperingati Peramban Ini Ditutup Microsoft

Dipetik dari kantor berita Antara, Dong-soo (diperankan Gang Dong-won) adalah bayi yang dibuang orang tuanya dan diselamatkan secara ilegal. Profesinya setelah dewasa adalah menjual bayi-bayi kepada orang tua adopsi.

Dong-soo membenci para ibu anonim yang telah menelantarkan bayi mereka dalam kotak bayi disertai janji manis “ibu akan kembali”. Ia yakin hanya satu dari 40 ibu yang betul-betul kembali menjemput anak yang dibuang. Keyakinan itu bukan tanpa alasan, sebab ia sendiri mengalami penelantaran saat masih bayi dan tidak pernah mengetahui identitas ibunya.

"Broker" yang memperlihatkan logo SsangYong [screenshot YouTube trailer Broker].
“Broker” yang memperlihatkan logo SsangYong [screenshot YouTube trailer Broker].

Sedangkan Sang-hyeon (diperankan Song Kang-ho), adalah rekan Dong-soo. Tokoh utama dalam film “Broker” ini seorang makelar bayi yang menyebutkan bahwa tindakannya baik. Meskipun tidak bisa dipungkiri punya motif untuk mendapatkan keuntungan karena terlilit utang.

Sedangkan detektif Soo-jin (diperankan Bae Doona) berpendapat bahwa penelantaran dan penjualan bayi merupakan tindakan yang sama-sama tidak dibenarkan menurut ukuran moral dan hukum. Ia yakin tugasnya sebagai seorang polisi ialah memburu dan menangkap pelaku kejahatan, terutama makelar bayi yang menjadi targetnya selama ini.

Di sisi lain, So-young (diperankan Lee Ji-eun), adalah seorang ibu muda yang tidak pernah menjelaskan secara pasti mengenai alasannya meninggalkan bayinya, Woo-sung begitu saja dan mengapa kini memutuskan kembali mencari bayinya itu.

Baca Juga:
Renault Korea Bakal Luncurkan Mobil Listrik Perdana di 2026

So-young memutuskan bergabung bersama Sang-hyeon dan Dong-soo. Mereka ditemani Hae-jin, anak kecil laki-laki dari panti asuhan. Mereka berkelana ditemani van SsangYong dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menemukan pembeli yang tepat.

Sutradara Hirokazu Kore-eda menyatakan ide membuat film “Broker” ini muncul saat ia menggarap film “Like Father, Like Son” (2013). Kala itu, ia menjadi akrab dengan topik seputar “baby hatches” atau kotak bayi melalui sebuah buku dan sempat membahasnya dalam sebuah program.

Selama riset yang dilakukan sendiri, ia menemukan fakta bahwa permasalahan meninggalkan bayi dalam kotak juga terjadi di Korea.

“Selama penulisan naskah dan penelitian saya di Korea, saya mendengar cerita tentang anak-anak yang ditinggalkan dalam kotak bayi. Melihat anak-anak putus asa mempertanyakan diri mereka sendiri, “Apakah benar-benar ada hal yang baik bagi saya untuk dilahirkan?” Saya dipenuhi dengan keinginan untuk membuat film yang dapat menjawab pertanyaan itu,” ungkapnya dalam pernyataan tertulis sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

Fakta film Broker (IMDb)
Film Broker (IMDb)

Secara umum, fenomena meninggalkan bayi di dalam sebuah kotak pada dinding yang disediakan pusat-pusat sosial seperti gereja atau rumah sakit terjadi di banyak negara di dunia, tidak hanya di Korea dan Jepang.

Dilema dua sisi, antara pemenuhan hak anak dan ibu, ditunjukkan dalam film “Broker” dengan cara halus tanpa terjebak dalam pandangan hitam-putih. Baik Dong-soo maupun So-young sama-sama mengajukan pertanyaan fundamental.

Dong-soo sebagai laki-laki dewasa yang menyimpan masa lalu kelam selalu mempertanyakan tindakan ibu yang membuang bayinya dan tak memberi kesempatan pada anak-anak terlantar untuk menelusuri identitas aslinya.

Sementara So-young harus bergumul dengan stigma “perempuan jahat” di samping dirinya juga mengemban permasalahan-permasalahan rumit.

Ketika mendapat pertanyaan dari detektif mengapa ia harus membuang bayi kalau tidak menginginkan , So-young justru mengajukan pertanyaan balik: apakah dirinya harus melakukan aborsi?

Film Korea pertama yang dibuat Hirokazu Kore-eda ini mampu mengemas isu sosial dalam kerangka personal melalui hubungan “keluarga di luar lingkup konvensional”.

Melalui konsep kotak bayi, ia ingin film “Broker” membawa pesan yang sampai kepada anak-anak yang dibuang bahwa “ada alasan baik mengapa kamu dilahirkan”. Ia tidak ingin langkah mereka terhenti pada lingkaran gelap dan menyesal karena sudah dilahirkan.



#Van #Tua #yang #Bisa #Menghadirkan #Rasa #Bahagia #Film #Broker

Sumber : www.suara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.