Terdakwa Pengemudi Truk Trailer Maut Pembawa Migran di Texas Diduga Pakai Narkoba

by -5669 Views
Potret Tulisan di Bak Truk Bikin Pemotor Ingin Berkata Kasar, Warganet: Kasihan yang di Belakang

Garudamuda.co.id – Pekan lalu, sebuah truk trailer maut telah mengangkut migran tanpa fasilitas minum dan pendingin udara, dan jatuh korban di atas 50 orang (baca artikel selengkapnya di sini). Kekinian, pengemudinya menjalani proses hukum.  Awalnya, ia berpura-pura menjadi salah satu korban.

Dikutip kantor berita Antara dari Reuters, terdakwa pengemudi truk trailer maut yang memarkirkan kendaraan berisi migran di rute kondang human trafficking itu diduga mengonsumsi metamfetamin saat polisi menemukannya.

Keterangan ini diberikan anggota parlemen Amerika Serikat kepada Reuters, yang mengutip informasi penegak hukum.

Pengemudi truk yang diduga membawa puluhan migran, yang diidentifikasi oleh petugas imigrasi Meksiko sebagai “Homero N”, melewati pos pemeriksaan keamanan dalam foto pengawasan ini di Laredo, Texas, dalam foto selebaran yang dibagikan kepada Reuters pada 29 Juni 2022 [ANTARA via REUTERS/NATIONAL INSTITUTE OF MIGRATION (INM)]

Polisi San Antonio menemukan Homero Zamorano Jr, warga Texas yang bersembunyi di semak-semak dekat truk trailer yang ditinggalkan pada Senin (27/6/2022), demikian menurut dokumen yang diajukan di pengadilan Federal pada Kamis (30/6/2022).

Baca Juga:
Presiden Joko Widodo dan Presiden Vladimir Putin Bertemu di Kremlin, Menyatakan Telah Membahas Soal Ukraina

Tercatat 53 migran kehilangan nyawa, menjadikan kejadian ni insiden penyelundupan paling mematikan yang pernah tercatat di Amerika Serikat.

Henry Cuellar, anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat yang distriknya mencakup bagian timur San Antonio, Texas mengatakan kepada Reuters pada Kamis bahwa Homero Zamorano Jr ditemukan mengonsumsi metamfetamin, obat sintetis yang kuat mempengaruhi sistem organ tubuhnya.

Keterangan ini berdasarkan penjelasan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Amerika Serikat, namun tidak tahu bagaimana pihak-pihak berwenang membuat keputusan itu.

Homero Zamorano Jr (45) muncul di pengadilan Federal di San Antonio pada Kamis saat dakwaan perdagangan manusia terhadapnya dibacakan. Jika terbukti bersalah, ia menghadapi hukuman maksimum penjara seumur hidup atau hukuman mati dan denda hingga 250.000 dolar Amerika Serikat (AS), sekira Rp 3,73 miliar.

Ia didampingi oleh pengacara publik Jose Gonzalez-Falla, yang tidak segera menanggapi permintaan komentar. Hakim Elizabeth Chestney mengatakan Homero Zamorano Jr akan ditahan sampai sidang berikutnya, pada 6 Juli.

Baca Juga:
Bertandang ke Dealer Mobil Mewah, Anak Ben Affleck Mengadu Lamborghini Urus dengan BMW X6

Para petugas menyatakan menemukan pintu belakang truk trailer terbuka dengan jasad ditumpuk di dalamnya dan terasa panas saat disentuh. Di dekat semak-semak, petugas menemukan korban lain, beberapa meninggal.

Aparat penegak hukum bekerja di lokasi penemuan manusia ditemukan tewas di dalam truk trailer di San Antonio, Texas, Amerika Serikat (27/6/2022) [Reuters/Kaylee Greenlee Beal/as via ANTARA].
Aparat penegak hukum bekerja di lokasi penemuan manusia ditemukan tewas di dalam truk trailer di San Antonio, Texas, Amerika Serikat (27/6/2022) [Reuters/Kaylee Greenlee Beal/as via ANTARA].

Sedangkan Homero Zamorano Jr ditemukan bersembunyi di dekat para korban dan membawanya ke rumah sakit setempat untuk evaluasi medis, demikian keterangan jaksa. Dan belum dijelaskan rumah sakit mana.

Para petugas Meksiko mengatakan Homero Zamorano Jr telah mencoba untuk berpura-pura sebagai salah satu korban yang selamat.

Truk trailer maut itu membawa migran dari Meksiko, Guatemala, Honduras, dan El Salvador dan ditemukan di kawasan industri terpencil di dekat jalan raya di pinggiran perbatasan Amerika Serikat-Meksiko.



#Terdakwa #Pengemudi #Truk #Trailer #Maut #Pembawa #Migran #Texas #Diduga #Pakai #Narkoba

Sumber : www.suara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.